Mahasiswa Indonesia juara dunia balap mobil hemat energi


Media playback tidak ada di perangkat Anda

Tim mahasiswa Indonesia dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung menjadi juara dunia dalam lomba balap mobil hemat energi buatan mahasiswa yang pertama kali diselenggarakan di London, Shell Eco Marathon Drivers World Championship.

Tim mahasiswa yang menamakan diri Bumi Siliwangi mulai dari posisi kedua di belakang tim Prancis dari delapan tim yang turun dalam final lomba balap mobil Urban Concept atau konsep perkotaan dengan tiga jenis bahan bakar, bensin, disel dan listrik, di Olympic Park, London, Minggu (03/07).

Manajer Shell Eco Marathon, Danny Van Otterdyk, memuji kalkulasi tim Bumi Siliwangi yang membawa mereka menjadi juara dengan mobil listrik.

Image caption

Ramdani, pengemudi tim Bumi Siliwangi, UPI, Bandung, bersama tim Prancis, juara dua dan Amerika Serikat, juara tiga.

“Cara mereka menghitung energi sangat baik dan mereka pantas menang. Saya senang mereka bisa menang dalam acara perdana lomba balap mobil buatan mahasiswa ini,” kata Van Otterdyk kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.

Image caption

Tim Bumi Siliwangi juga mendapatkan hadiah dari Ferrari untuk belajar di Italia selama satu minggu.

Saat lomba dimulai, mobil listrik Bumi Siliwangi, sempat turun di tempat keempat namun menyalip ke tempat teratas dalam tiga putaran lomba sejauh masing-masing sekitar 2,25 kilometer, dengan elevasi naik turun antara tiga sampai 12 meter.

Posisi kedua dalam lomba balap pertama ini diduduki tim dari Prancis ISEN Toulon yang juga menggunakan baterai listrik seperti UPI Bandung, dan yang ketiga tim Mater Dei Supermileage, dari Amerika Serikat yang menggunakan bahan bakar bensin.

Image caption

Tim Bumi Siliwangi mulai dari posisi kedua di belakang Prancis saat balap.

Secara keseluruhan ada tiga tim mahasiswa yang mewakili Indonesia dalam ajang ini, termasuk dari Universitas Indonesia dengan bahan bakar bensin dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya dengan diesel, namun hanya Bumi Siliwangi yang lolos ke putaran final.

Lebih dari 200 tim mahasiswa dari 29 negara ikut serta dalam lomba ini setelah menghabiskan waktu satu tahun terkahir untuk merancang, membangun dan menguji mobil hemat energi mereka.

Image caption

Stateginya adalah dengan mengedepankan kecepatan, kata Amin Sobirin.

Seminggu di Italia bersama Ferrari

Tim yang ikut dalam kejuaraan dunia pertama lomba mobil buatan mahasiswa ini dipilih dari juara lomba di kawasan Asia, Eropa dan Amerika Serikat.

Amin Sobirin, manajer Bumi Siliwangi mengatakan dari awal timnya mengejar kecepatan dan melatih pengemudi melintas naik turun dengan mobil listrik di seputar Bandung.

Image caption

Danny Van Otterdyk memuji strategi mahasiswa UPI, Bandung dalam lomba pertama di London ini.

“Strategi kami dari jauh hari adalah dengan tidak mengejar terlalu hemat tetapi mengejar kecepatan,” kata Amin.

Image caption

Saat mencapai finis, posisi bahan bakar mobil tim Bumi Siliwangi 0,0%.

Ramdani, pengemudi balap Bumi Siliwangi, mengatakan sepanjang balap timnya terus berkomunikasi untuk memperlambat atau mempercepat mobil guna memastikan tenaga listrik yang disediakan dapat digunakan sampai garis finis.

Tim UPI, Bandung ini meraih juara dua dalam lomba Shell Asia Maret lalu di Manila dengan kecepatan 75 kilometer per KWH (kilowatt hour) dan dalam balap di London ini mereka meraih sekitar 80 kilometer per KWH.

Hadiah lomba termasuk diundang untuk menghabiskan sepekan bersama Scuderia Ferrari di Maranello, Italia.

Mereka akan bertemu dengan tim Ferrari dan menerima pelatihan pribadi serta nasihat dari para teknisi mengenai cara untuk meningkatkan performa kendaraan mereka pada Shell Eco-marathon 2017.

Sriyono, dosen pendidikan teknik mesin UPI Bandung mengatakan sekembalinya ke Indonesia mereka akan langsung kembali ke laboratorium untuk melakukan riset dan meningkatkan prestasi dari kendaraan yang ada saat ini.

“Kami juga akan mencoba ikut berkompetisi dalam lomba sejenis termasuk ikut dalam kontes nasional mobil hemat energi,” kata Sriyono.

Sementara itu Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Rizal Sukma, mengatakan prestasi UPI menunjukkan para mahasiswa Indonesia dapat bersaing di tingkat dunia dari sisi teknologi dan inovasi khususnya dalam upaya melakukan langkah penghematan energi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *